JAKARTA – Sejumlah organisasi pengemudi logistik dijadwalkan menggelar aksi pada Kamis, 8 Oktober 2026. Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI) bersama Aliansi Perjuangan Pengemudi Nusantara (APPN) menyatakan aksi tersebut membawa sejumlah persoalan yang menjadi perhatian para pengemudi angkutan barang.
Empat Isu Utama dalam Agenda Aksi
Berdasarkan informasi yang disampaikan RBPI dan APPN, terdapat sejumlah isu yang akan menjadi perhatian dalam aksi tersebut. Persoalan itu berkaitan dengan ketersediaan bahan bakar, pelayanan transportasi, ruang dialog dengan pemerintah, serta regulasi angkutan jalan.
1. Ketersediaan Solar Subsidi dan Sistem Barcode
Salah satu persoalan yang disoroti adalah ketersediaan solar bersubsidi bagi kendaraan angkutan barang. Kelompok pengemudi juga menyoroti penerapan sistem barcode yang dinilai perlu mendapatkan evaluasi agar distribusi bahan bakar bersubsidi dapat berjalan lebih tertib dan tidak menghambat kegiatan operasional.
2. Pembenahan Tata Kelola Pelabuhan dan Penyeberangan
Agenda berikutnya berkaitan dengan tata kelola pelabuhan dan layanan penyeberangan. Pengemudi logistik mendorong adanya pembenahan pada aspek pelayanan dan pengaturan kendaraan angkutan barang sehingga distribusi logistik dapat berlangsung lebih efektif.
3. Pembentukan Tim Kecil untuk Dialog
RBPI dan APPN juga mendorong pembentukan tim kecil yang dapat menjadi kanal komunikasi antara pemerintah dan perwakilan pengemudi. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang dialog untuk membahas persoalan yang dihadapi pengemudi secara lebih terarah.
4. Revisi UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Selain persoalan operasional, revisi Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) turut masuk dalam agenda yang disampaikan kelompok pengemudi. Mereka berharap regulasi transportasi dapat terus disesuaikan dengan perkembangan sektor angkutan barang dan kondisi yang dihadapi para pengemudi di lapangan.
Perkembangan Aksi Masih Menunggu Situasi Lapangan
Rencana aksi tersebut menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi dari kelompok pengemudi logistik. Selain menyampaikan sejumlah tuntutan, ruang komunikasi dengan pemerintah juga menjadi bagian penting dalam agenda yang disampaikan organisasi pengemudi.
Untuk wilayah Batang, Pekalongan, Pemalang, Kendal, hingga Semarang, perkembangan mengenai titik konsentrasi massa, jumlah peserta, serta kemungkinan dampak terhadap lalu lintas perlu menunggu informasi resmi dan kondisi aktual di lapangan.
Pengguna jalan yang melintas di jalur Pantura dan sejumlah akses menuju kawasan industri maupun pelabuhan disarankan memperhatikan informasi lalu lintas terbaru sebelum melakukan perjalanan.
Catatan Redaksi
Informasi mengenai agenda aksi ini bersumber dari pernyataan RBPI dan APPN. Lokasi, waktu pelaksanaan, jumlah peserta, serta kondisi lalu lintas dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar