● Memuat waktu...
allnet-work
f wa ig tw yt

Korban Dugaan Keracunan MBG di Bawang Batang Bertambah Jadi 589 Orang, 127 Masih Dirawat

BATANG, ALLNET-WORK – Kasus dugaan keracunan setelah konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kembali mengalami perkembangan. Hingga Sabtu, 26 September 2026 pagi, jumlah warga yang tercatat mengalami keluhan kesehatan telah mencapai 589 orang.

Data terbaru tersebut disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang berdasarkan pembaruan hingga pukul 07.00 WIB. Dari total 589 kasus yang tercatat, sebanyak 127 orang masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Batang.

127 Pasien Masih Mendapat Perawatan

Sebaran pasien yang masih menjalani perawatan berada di beberapa fasilitas kesehatan. Data yang dilaporkan mencatat 55 pasien dirawat di RSUD Batang, 35 pasien di RSUD Limpung, 17 pasien di Puskesmas Bawang, 10 pasien di Puskesmas Subah, dua pasien di Puskesmas Gringsing, dan delapan pasien di Puskesmas Bandar.

Sementara itu, korban lainnya telah memperoleh penanganan medis dan sebagian diperbolehkan melanjutkan pemulihan dengan status rawat jalan.

Perkembangan jumlah kasus ini menunjukkan bahwa penanganan kejadian di Bawang masih berlangsung. Pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi warga yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Kejadian Bermula pada Rabu

Kasus ini bermula setelah penerima manfaat MBG di wilayah Kecamatan Bawang mengonsumsi makanan yang dibagikan pada Rabu, 23 September 2026. Setelah itu, sejumlah penerima manfaat mengalami berbagai keluhan kesehatan dan kemudian mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Pada tahap awal, jumlah korban yang ditangani masih berada di bawah angka terbaru. Namun, laporan kasus terus bertambah dalam beberapa hari berikutnya sehingga Dinas Kesehatan melakukan pembaruan data secara berkala.

Selain siswa, terdapat pula orang tua yang mengalami keluhan setelah mencicipi makanan MBG yang dibawa pulang oleh anak mereka. Keluhan yang dilaporkan antara lain mual, pusing, diare, dan rasa tidak nyaman pada bagian perut.

SPPG Bawang Dihentikan Sementara

Sebagai langkah penanganan, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait dengan kejadian tersebut dihentikan sementara. Badan Gizi Nasional (BGN) juga menyatakan kepala SPPG dinonaktifkan menyusul kejadian tersebut.

BGN menyebut penghentian operasional dilakukan sebagai bagian dari langkah mitigasi sambil menunggu proses evaluasi dan investigasi bersama pemerintah daerah serta Dinas Kesehatan.

Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono juga menjelaskan pada Sabtu, 26 September, bahwa dalam kasus keracunan, kepala dapur dan operasional dapur secara otomatis dihentikan terlebih dahulu. Menurutnya, keputusan administratif resmi dapat menyusul setelah proses dilakukan.

Penyebab Masih Menunggu Hasil Investigasi

Meskipun kasus tersebut terjadi setelah warga mengonsumsi MBG, penyebab pasti gangguan kesehatan belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan waktu kejadian. Pemeriksaan dan investigasi diperlukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan munculnya keluhan pada para penerima manfaat.

BGN menyatakan hasil investigasi bersama Dinas Kesehatan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya terhadap SPPG yang bersangkutan.

Karena itu, istilah “dugaan keracunan” digunakan dalam pemberitaan sampai penyebab dan sumber masalah benar-benar dipastikan melalui pemeriksaan yang berwenang.

Kondisi Korban Terus Dipantau

Dengan jumlah kasus yang telah mencapai 589 orang, perhatian utama saat ini adalah memastikan seluruh warga yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan medis dan kondisi pasien terus dipantau.

Dari 127 orang yang masih dirawat, mereka tersebar di enam fasilitas kesehatan di Kabupaten Batang. Sementara korban lainnya telah mendapatkan penanganan dan sebagian menjalani pemulihan melalui rawat jalan.

Pemerintah dan pihak terkait juga masih melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan penyediaan makanan MBG di wilayah tersebut. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat menjelaskan penyebab kejadian sekaligus menjadi bahan perbaikan agar standar keamanan pangan dalam penyediaan makanan bagi penerima manfaat semakin diperhatikan.

Update Terbaru

Hingga Sabtu, 26 September 2026 pukul 07.00 WIB, data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang mencatat 589 kasus dugaan keracunan, dengan 127 pasien masih menjalani perawatan. Angka tersebut masih dapat berubah apabila terdapat laporan baru atau pembaruan dari fasilitas kesehatan.

ALLNET-WORK akan terus memperbarui informasi mengenai perkembangan kasus dugaan keracunan MBG di Bawang, Batang, berdasarkan keterangan resmi dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pihak berwenang.

Tidak ada komentar:

Horor

Show More

Trending Topik

Posting Populer
Berita

Memuat artikel...

Terbaru
Berita

Memuat artikel...

Terbaru
Berita

Memuat artikel...

Terbaru
Berita
Berita teknologi utama
Terbaru
Berita

Memuat artikel...

Terbaru
Berita

Memuat artikel...

Terbaru
Berita

Memuat artikel...

Terbaru