● ... • ... •
f wa ig X yt

Terkuak! Dinkes Batang Bongkar 'Biang Kerok' Penyebab Ratusan Warga Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG)

 

BATANG – Teka-teki insiden yang bikin geger ratusan warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang belakangan ini akhirnya nemu titik terang. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi, baru aja ngebongkar hasil uji laboratorium terkait kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat bikin 717 warga harus bolak-balik faskes.

Buat kamu yang ngikutin beritanya, akhir September 2026 kemarin warga Bawang dihebohkan sama insiden perut melilit massal usai menyantap menu MBG. Gak pakai lama, pihak Dinkes langsung gercep (gerak cepat) ngirim sampel makanan, muntahan, sampai feses pasien buat diinvestigasi di lab.

Ternyata Ada 'Tamu Tak Diundang' di Makanan

Nah, dari hasil lab terbaru yang diumumin Jumat kemarin, terungkap kalau 'biang kerok' dari drama mual-mual ini adalah cemaran mikroba. "Untuk sampel makanan dan feses, memang positif ditemukan adanya mikroba. Tapi kalau dari muntahan hasilnya nihil," jelas Bu Ida.

Temuan medis ini emang sinkron banget sama keluhan warga di lapangan yang rata-rata ngerasain pusing dan mual parah usai makan. Diduga kuat, mikroba nakal ini muncul karena ada celah dari proses pengolahan, higienitas dapur, sampai cara penyimpanan makanan sebelum akhirnya dibagi-bagiin ke siswa. Pasalnya, lauk seperti olahan telur emang rawan banget terkontaminasi kalau suhu dan cara masaknya nggak presisi.

"Namanya juga nyiapin makanan buat ratusan perut, kebersihan dan suhu makanan dari dapur sampai ke meja makan itu kunciannya. Salah dikit, mikroba langsung pada party!"

Semua Pasien Sudah Aman dan Terkendali

Kabar baiknya, dari total 717 warga yang sempat ngerasain gejala, saat ini kondisinya udah clear semua. Pihak desa setempat juga udah lapor kalau kondisi warganya udah aman dan sehat walafiat. Sempat ada kekhawatiran soal biaya rumah sakit, tapi tenang aja gaes, urusan billing perawatan udah di-*handle* sepenuhnya lewat koordinasi dengan instansi pusat alias ditanggung penuh.

Belajar dari kejadian ini, Dinkes Batang ngasih masukan penting buat para penyedia makanan, khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka disarankan buat bikin 'Bank Sampel' sendiri di sekolah. Maksudnya, tiap menu yang dibagikan harus disimpan sebagian di dalam kulkas selama beberapa hari sebagai barang bukti. Jadi, kalau misal (amit-amit) ada kejadian serupa, proses detektif cari tahu penyebabnya bisa lebih cepat dan akurat.

Intinya, program Makan Bergizi Gratis ini niatnya udah mulia banget buat ningkatin gizi anak bangsa. Cuma PR-nya, urusan dapur dan distribusi ke depan wajib di-*upgrade* standar SOP-nya biar mikroba pada sungkem dan nggak berani mampir lagi!


Tag: Berita Batang, Keracunan Massal MBG, Dinkes Batang, Uji Lab, Makan Bergizi Gratis

Pantura

Show More

Trending Topik Pekalongan

Show More