● ... • ... •
f wa ig X yt

Pabrik Farmasi Rp150 Miliar Hadir di Kendal, Bupati Tika Harap Serap Tenaga Kerja Lokal


KENDAL – Angin segar bagi pertumbuhan ekonomi dan sektor kesehatan di Kabupaten Kendal. Sebuah fasilitas produksi farmasi berskala besar, PT Ausilabs Pharma Indonesia, resmi memulai tahap pembangunannya di Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu. Proyek yang menelan nilai investasi sekitar Rp150 miliar ini diharapkan mampu membawa dampak ganda (multiplier effect) yang positif bagi kemandirian obat nasional sekaligus perekonomian daerah.

Peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek ini telah dilaksanakan dan dihadiri langsung oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Tika ini menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di wilayah Kendal.

Fokus pada Kemandirian Obat dan Penyerapan Tenaga Kerja

Kehadiran pabrik farmasi ini bukan sekadar menambah deretan industri di Kendal, melainkan sebuah langkah strategis untuk menekan angka ketergantungan Indonesia terhadap obat impor. Fasilitas ini nantinya akan fokus memproduksi obat-obatan esensial yang kebutuhannya sangat tinggi di masyarakat.

Lebih dari itu, hal yang paling dinantikan dari investasi ini adalah terbukanya keran lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar. Pada tahap awal operasionalnya, pabrik ini diproyeksikan akan menyerap sedikitnya 150 tenaga kerja terampil.

"Kami sangat menyambut baik investasi ini. Pemkab Kendal akan terus bersinergi, termasuk dalam upaya mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang kompeten agar bisa memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan. Harapannya, investasi ini bisa menekan angka pengangguran di Kendal," ujar Bupati Tika.

Kolaborasi Strategis dengan Mitra Internasional

Diketahui, proyek pembangunan pabrik farmasi ini merupakan hasil kolaborasi dengan jaringan Muhammadiyah yang turut menggandeng mitra ahli dari Singapura dan India. Keterlibatan tenaga ahli internasional ini diharapkan tidak hanya menghasilkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi yang bermanfaat bagi kemajuan industri farmasi di Tanah Air.

Tafsir, perwakilan dari Muhammadiyah, menjelaskan bahwa langkah ini diambil menyusul tingginya kebutuhan pasokan obat untuk jaringan rumah sakit yang mereka kelola, di mana belanja farmasinya bisa mencapai angka Rp4 triliun per tahun.

Pabrik PT Ausilabs Pharma Indonesia dibangun di atas lahan seluas 7.000 meter persegi. Luasan ini dinilai cukup ideal untuk operasional tahap awal, dan pihak manajemen telah merencanakan opsi perluasan seiring dengan perkembangan kebutuhan pasar di masa mendatang.

Dengan hadirnya ekosistem industri baru ini, Kabupaten Kendal kian memantapkan posisinya sebagai salah satu kawasan industri yang ramah investasi dan pro-rakyat di Jawa Tengah.


Tag: Berita Kendal, Industri Farmasi, Bupati Tika, Investasi Daerah, Ekonomi Jateng

Pantura

Show More

Trending Topik Pekalongan

Show More