PEMALANG, JAWA TENGAH - Kabar duka menyelimuti keluarga seorang siswa SD Negeri 01 Kebondalem, Kabupaten Pemalang. Seorang siswa kelas 2 berinisial MHAQ (7) dikabarkan meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami keluhan sakit pada bagian perut dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Tim Allnet-Work selalu mengawal Berita ini sebelumnya, Akhirnya Korban diketahui bernama Muhammad Hasbi Al Aqib, putra dari Nurwandi dan Diah Indriyanti. Ia mengembuskan napas terakhir pada Rabu sore, 30 September 2026, setelah sempat menjalani perawatan di RSUD dr. M. Ashari Pemalang selama sembilan hari.
Kabar meninggalnya korban kemudian menjadi perhatian setelah keluarga mengungkap adanya dugaan kekerasan yang dilakukan oleh kakak kelas di lingkungan sekolah.
Namun demikian, hubungan langsung antara dugaan kekerasan tersebut dengan penyebab kematian korban belum dapat dinyatakan sebagai fakta hukum. Pihak sekolah menyatakan masih menunggu hasil autopsi dan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat kepolisian.
Kronologi Dugaan Kekerasan
Berdasarkan kronologi yang beredar dan keterangan keluarga yang diberitakan sejumlah media, kejadian bermula ketika korban sedang berada di sekolah pada waktu istirahat.
Korban disebut hendak bermain bersama teman-temannya. Dalam informasi yang beredar, kemudian datang tiga orang kakak kelas, yang disebut berasal dari kelas 5 dan kelas 6.
Korban diduga kemudian mengalami tindakan kekerasan. Dalam kronologi yang disampaikan keluarga, korban disebut dipukul dan ditendang pada bagian tubuhnya.
Teman-teman korban yang melihat kejadian tersebut disebut ketakutan dan kemudian meninggalkan lokasi. Sementara korban tetap berada di tempat hingga mengalami luka dan memar.
Dalam keterangan kepada wartawan, ibu korban, Diah Indriyanti, menyebut bahwa setelah diperiksa dokter, korban akhirnya menceritakan bahwa dirinya dipukul pada bagian perut dan ditendang menggunakan sepatu.
Keluarga juga menyampaikan bahwa kejadian tersebut diduga bukan pertama kali terjadi. Ayah korban, Nurwandi, mengatakan kepada wartawan bahwa sebelum meninggal, anaknya bahkan disebut dapat menunjuk orang-orang yang diduga melakukan kekerasan ketika diperlihatkan foto. Menurut keterangan tersebut, ada tiga anak, dua di antaranya disebut kelas 5 dan satu kelas 6.
Kondisi Korban Mulai Memburuk
Setelah kejadian tersebut, korban disebut pulang ke rumah dalam kondisi yang tidak biasa. Dalam informasi yang beredar, korban mengalami memar dan sempat berusaha menutupi kejadian yang dialaminya.
Pada hari berikutnya, kondisi korban mulai menunjukkan keluhan kesehatan. Ia mengeluhkan sakit perut dan kemudian mengalami kondisi yang lebih serius.
Menurut keterangan ibunya, selama menjalani perawatan korban mengalami sejumlah keluhan, antara lain sakit perut, muntah-muntah, BAB berdarah, kehilangan nafsu makan, serta kesulitan buang air besar.
Korban kemudian dirawat di RSUD dr. M. Ashari Pemalang sejak Kamis, 17 September 2026. Selama sembilan hari menjalani perawatan, keluhan sakit pada bagian perut disebut terus dirasakan.
Yang membuat keluarga semakin terpukul, korban pada awalnya disebut tidak mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Namun setelah mendapat pemeriksaan dari dokter, korban akhirnya mengungkapkan dugaan kekerasan yang dialaminya di sekolah.
Sempat Pulang, Kondisi Kembali Memburuk
Setelah menjalani perawatan selama sembilan hari, korban sempat diperbolehkan pulang ke rumah.
Akan tetapi, beberapa hari kemudian sakit pada bagian perut kembali dirasakan. Kondisinya kemudian semakin memburuk hingga keluarga berupaya membawanya kembali untuk mendapatkan pertolongan medis.
Nahas, nyawa korban akhirnya tidak tertolong.
Muhammad Hasbi Al Aqib meninggal dunia pada Rabu sore, 30 September 2026. Rumah duka di Kelurahan Kebondalem kemudian dipenuhi pelayat pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Keluarga Meminta Kasus Diusut
Keluarga korban berharap dugaan kekerasan yang dialami anak mereka dapat diusut secara terang oleh aparat penegak hukum.
Keluarga juga disebut sempat mendatangi pihak sekolah untuk meminta penjelasan mengenai kejadian yang dialami korban. Menurut keterangan keluarga kepada media, mereka berharap persoalan tersebut dapat dibicarakan dengan pihak keluarga anak-anak yang diduga terlibat.
Di sisi lain, pihak sekolah belum menyimpulkan bahwa kematian korban disebabkan oleh dugaan perundungan tersebut.
Kepala SDN 01 Kebondalem, Erning Rustini, mengatakan pihak sekolah masih menunggu hasil autopsi. Ia menyebut informasi mengenai kejadian telah disampaikan kepada aparat penegak hukum dan dinas terkait, sementara penanganannya diserahkan kepada kepolisian.
Saat ini, jenazah korban telah menjalani proses autopsi untuk membantu mengetahui penyebab kematian secara medis serta memastikan apakah terdapat hubungan antara kondisi korban sebelum meninggal dengan dugaan kekerasan yang dilaporkan keluarga.
Sekolah Seharusnya Menjadi Tempat Aman bagi Anak
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa lingkungan sekolah semestinya menjadi ruang yang aman bagi anak-anak untuk belajar, bermain, bersosialisasi, dan berkembang.
Jika dugaan kekerasan tersebut nantinya terbukti berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti medis, persoalan ini tidak boleh berhenti hanya sebagai konflik antarsiswa. Harus ada evaluasi menyeluruh mengenai pengawasan siswa, mekanisme pelaporan kekerasan, perlindungan korban, serta bagaimana sekolah menangani informasi ketika seorang anak mengalami kekerasan.
Yang paling utama saat ini adalah memberikan keadilan bagi korban, perlindungan bagi anak-anak, serta memastikan proses penyelidikan berlangsung secara transparan dan berdasarkan bukti.
Berdasarkan temuan Allnet-work bahwa "pelaku sudah di skorsing selama 1 minggu dan diduga merupakan anak dari Guru di sekolah tersebut", pernyataan ini di sampaikan oleh salah satu tim, sehingga sekolah masih kurang transparan terhadap keterangannya. Semoga pihak kepolisian memeriksa dan memberi pernyataan resminya
Semoga hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan aparat dapat segera memberikan titik terang bagi keluarga yang sedang berduka.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Semoga Almarhum Muhammad Hasbi Al Aqib mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya, dan keluarga yang ditinggalkan, terutama kedua orang tuanya, Bapak Nurwandi dan Ibu Diah Indriyanti, diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan menghadapi ujian yang begitu berat.
Al-Fatihah. ๐คฒ
Catatan: SDN 01 Kebondalem memang tercatat sebagai sekolah negeri di Jalan Cimanuk, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang.
Artikel ini menggunakan kata “diduga” untuk bagian yang masih dalam proses penyelidikan. Sampai laporan terbaru yang saya temukan pada 1 Oktober 2026, pihak sekolah masih menunggu hasil autopsi dan polisi masih menangani dugaan perundungan tersebut.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar