PEKALONGAN, 3 Oktober 2026 – Pekerjaan perbaikan Jalan Pantura di kawasan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, masih berlangsung. Rekaman video warga yang diterima menunjukkan badan jalan tengah dikerjakan dengan konstruksi beton, disertai pelebaran dan peninggian permukaan jalan. Namun, di balik perbaikan infrastruktur tersebut, muncul keluhan dari warga yang tinggal di sepanjang sisi jalan.
Warga mempertanyakan peninggian badan jalan karena menurut mereka kawasan tersebut sebelumnya bukan merupakan lokasi yang biasa mengalami banjir. Kekhawatiran warga terutama muncul karena setelah jalan ditinggikan, posisi sejumlah rumah dan akses menuju bangunan di sisi jalan menjadi relatif lebih rendah dibandingkan permukaan jalan baru.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi aliran air hujan. Jika sistem drainase tidak mampu menampung dan mengalirkan limpasan air dengan baik, warga khawatir air justru akan mengarah ke halaman maupun rumah yang posisinya lebih rendah. Dalam video, terlihat permukaan jalan yang sedang dibangun berada lebih tinggi dibandingkan area di sisi jalan. Sejumlah bagian saluran dan akses di depan bangunan juga tampak masih dalam tahap pengerjaan. “Jalannya diperlebar dan ditinggikan. Padahal di sini sebelumnya tidak pernah banjir. Kami khawatir nanti kalau hujan deras, air justru masuk ke rumah karena posisi rumah lebih rendah,” demikian keluhan warga sebagaimana disampaikan dalam konteks rekaman tersebut.
Kekhawatiran mengenai drainase menjadi hal yang patut diperhatikan dalam pekerjaan peningkatan jalan. Sebab, peninggian badan jalan idealnya juga diikuti penataan elevasi, bahu jalan, akses rumah, serta saluran pembuangan air agar perubahan ketinggian tidak menimbulkan persoalan baru bagi warga. Keluhan mengenai persoalan drainase sendiri bukan hal yang sepenuhnya asing di wilayah Wiradesa. Pada Maret 2026, terdapat aduan masyarakat di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Wiradesa, mengenai jalan yang rusak dan genangan akibat tidak tersedianya saluran drainase yang memadai. Dalam aduan tersebut disebutkan bahwa air dari jalan dapat mengalir ke permukiman warga.
Di sisi lain, pemerintah memang memiliki alasan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas jalan. Pekerjaan pada koridor Wiradesa sebelumnya mencakup perkerasan beton, pelebaran, serta pembangunan bahu jalan. Ruas tersebut merupakan jalur penting yang menghubungkan kawasan Pantura dengan wilayah Kabupaten Pekalongan bagian selatan. Polres Pekalongan juga sebelumnya menyebut pekerjaan perbaikan jalan dari arah Jembatan Pecongan menuju kawasan Pasar Wiradesa sempat berdampak terhadap kelancaran arus kendaraan.
Karena itu, warga berharap pekerjaan tidak hanya berorientasi pada membuat jalan lebih lebar dan kuat, tetapi juga memperhatikan kondisi lingkungan di sekitarnya. Drainase, elevasi rumah warga, akses keluar-masuk bangunan, serta arah aliran air perlu dipastikan agar peningkatan jalan tidak justru memunculkan persoalan baru ketika hujan deras.
Hasil foto oleh warga di lokasi
Hingga berita ini disusun, kekhawatiran mengenai potensi banjir akibat perubahan elevasi tersebut merupakan aspirasi warga dan belum dapat dipastikan sebagai dampak yang sudah terjadi. Diperlukan penjelasan teknis dari pihak pelaksana atau instansi terkait mengenai desain elevasi jalan dan sistem drainase setelah proyek selesai.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar