BATANG – DPRD Kabupaten Batang akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di Kecamatan Bawang.
Pengawasan tidak hanya akan dilakukan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan insiden tersebut. DPRD Batang berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap seluruh SPPG yang menjadi dapur penyedia MBG di wilayah Kabupaten Batang. Menurut Berita Batangkab
Ketua DPRD Kabupaten Batang, Suudi, mengatakan kejadian di Bawang menjadi perhatian serius sekaligus bahan evaluasi agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Menurutnya, DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap berbagai program pemerintah daerah, termasuk pelaksanaan program MBG.
“DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah, termasuk pelaksanaan MBG,” kata Suudi saat ditemui di Kantor DPRD Batang, Kamis (1/10/2026). Diberitakan oleh Berita Batangkab
Seluruh SPPG Akan Dipantau
Suudi menegaskan, pengawasan DPRD tidak akan berhenti pada SPPG yang berkaitan dengan kasus di Kecamatan Bawang.
Seluruh SPPG di Kabupaten Batang akan menjadi sasaran pemantauan. Langkah tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana standar pengelolaan makanan diterapkan oleh masing-masing dapur penyedia MBG.
“Tidak hanya yang disidak yang kemarin keracunan, tetapi SPPG-SPPG lain tentu akan kita sidak,” tegas Suudi. Dirilis oleh Berita Batangkab
DPRD juga berencana melakukan pengawasan secara rutin. Hal tersebut dinilai penting agar perbaikan tidak hanya dilakukan pada SPPG yang telah mengalami persoalan, sementara potensi masalah di tempat lain tidak terpantau.
Dengan sidak tersebut, DPRD ingin memastikan proses pengolahan dan penyediaan makanan dalam program MBG berjalan sesuai ketentuan.
Kasus Dugaan Keracunan di Bawang
Kasus dugaan keracunan makanan terjadi di Kecamatan Bawang setelah sejumlah penerima manfaat program MBG mengalami gangguan kesehatan.
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang per 1 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, jumlah kasus dugaan keracunan yang tercatat mencapai 675 orang. Sebanyak sembilan pasien masih menjalani rawat inap. Disampaikan dari forum Disway Jateng
Penanganan terhadap pasien dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Bawang dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya di wilayah Batang.
Meski jumlah laporan telah mencapai ratusan, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Pemkab Tunggu Hasil Laboratorium
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan pemerintah daerah masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
Pemkab Batang juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi dan audit terhadap dapur penyedia makanan yang berkaitan dengan kasus tersebut. Disampaikan dari forum Berita Batangkab
Hasil evaluasi nantinya akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah terhadap SPPG terkait, termasuk kemungkinan penghentian operasional sementara maupun permanen.
Pemkab Batang menyatakan keselamatan pangan menjadi perhatian dalam pelaksanaan program MBG.
Pengawasan Diperketat
Rencana sidak seluruh SPPG menunjukkan bahwa pengawasan program MBG di Kabupaten Batang akan diperluas setelah insiden di Bawang.
DPRD Batang berharap pengawasan dilakukan secara berkelanjutan, sehingga standar keamanan dan pengelolaan makanan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh dapur SPPG.
Sementara itu, proses pemeriksaan terhadap kasus dugaan keracunan di Bawang masih berjalan. Hasil uji laboratorium dan evaluasi dari pihak terkait nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui penyebab kejadian serta menentukan tindak lanjut terhadap SPPG yang bersangkutan. �

Tidak ada komentar:
Posting Komentar